Uncategorized

Cerita Tahun Lalu

Tak terasa sekarang sudah bulan Desember, bulan di penghujung tahun atau bisa dibilang bulan penutup. Tahun ini bagi saya sangat berkesan karena banyak hal yang baru di kehidupan saya.
Di mulai dari awal bulan januari 2017, untuk pertama kalinya saya kopi darat dengan komunitas yang memiliki anggota begitu banyak, yaitu Backpacker Jakarta. Saya pertama kali bergabung dengan komunitas ini, kalau tidak salah pertengahan bulan Desember 2016, setelah saya habis berlibur dengan kakak dan temanya di kota gudeg Yogyakarta. 

Awal pertama kali bergabung dengan grup Backpacker Jakarta 22, saya di sambut hangat dan orangnya lucu-lucu, asik, kekeluargaanya sangat erat. Dari grup inilah saya kembali ke hobi yang sudah lama saya tinggalkan yaitu naik gunung.
Di bulan Februari, pertama kalinya saya mengikuti trip dari Backpaker Jakarta atau singkatanya (BPJ), ke salah satu gunung yang ada di Jawa Tengah yakni gunung Andong. Dari trip pertama ini, saya mendapat banyak teman dari berbagai bidang profesi namun mempunyai satu hobi, sunggguh berkesan pengalaman trip pertama saya bersama BPJ.

Lanjut ke pertengahan 2017, saat hari raya idul fitri adalah kali pertama saya masuk kantor di hari lebaran, meskipun saya di izinkan untuk shalat ied di rumah, sekaligus ziarah ke makam almarhum bapak dan bersilaturahmi ke rumah-rumah tetangga. Ini benar-benar pengalaman yang tidak bisa saya lupakan.
Saya ingat, sewaktu masih duduk di bangku sekolah, saya membayangkan jika harus bekerja di hari raya lebaran mungkin sangat menakutkan, ya bagaimana tidak, saat orang-orang di sekililing kita berbahagia kumpul di rumah dengan banyak hidangan lezat dan kue-kue khas lebaran saya harus masuk bekerja. Namun, itu hanya bayangan masalalu tetapi saat di jalankan saya merasa enjoy.
Di pertengahan tahun pada tanggal 23 Juli 2017 – 19 Juli 2017, saya bersama 8 orang teman melakukan perjalan ke tanah tertinggi di Pulau Jawa. Gunung Semeru, perjalanan ini benar-benar penuh drama. Dari teman saya yang hampir ketinggalan kereta matarmaja, dari stasiun Senen menuju stasiun Malang hampir sama seperti halnya kejadian difilm 5 cm. 16 Juli 2017 tepat pukul 5.30 pagi, langkah kaki ini berhasil menginjak tanah tertinggi di pulau Jawa, Puncak Mahameru dengan ketinggian 3676 Mdpl, haru dan tetes air mata saya jatuh dan bersujud di puncak paling tinggi di tanah Jawa ini, setelah summit attack selama 5 jam lamanya dari tempat camp terakhir Kalimat pada tengah malam.

Lanjut ke bulan Agutus 2017, akhirnya saya menyandang status sebagai mahasiswa tingkat pertama, di Universitas Mercu Buana Menteng Jakarta Pusat setelah menunda kuliah sekian tahun. Saya mengikuti jejak alhmarhum bapak dan kakak dengan memilih jurusan Teknik, meskipun almarhum bapak saya lulusan sarjana Teknik Mesin dan kakak saya lulusan Teknik Sipil, saya memilih jurusan Teknik Informatika. Kami memliki kesamaan, yaitu sama-sama bersekolah di Sekolah Teknik Menengah atau sekarang berganti nama menjadi Sekolah Menengah Kejuruan.
Pertengahan bulan Oktober 2017, BPJ mengadakan acara “Menulis Dan Menerbitkan Buku Bersama Nunik Utami”. Inilah kali pertama saya mengenal dan bergabung bersama Klub Buku dan Blogger BPJ, awal pertama saya mengikuti acara dan bergabung bersama Klub Buku dan Blogger BPJ, atau singkatanya kubbu_bpj sangat seru, inspiratif dan banyak menularkan hobi membaca serta menulis kepada anggotanya.

Tulisan ini saya posting juga tidak terlepas dari pengaruh kubbu_bpj, yang banyak menginspirasi saya untuk terus belajar menulis dan ngeblog tentunya hehe, semoga di tahun 2017 ini, apa yang sudah saya capai dapat saya syukuri dan yang belum tercapai bisa jadi pembelajaran untuk tahun-tahun berikutnya.
Sekian kisah pendek dari saya semoga kita dapat terus belajar dan berusaha serta berdo’a untuk tahun 2018. 
Show More

11 thoughts on “Cerita Tahun Lalu”

  1. Sama, pernah kerja pas lebaran dan tp aku maksain mudik. H-2 lebaran pulang ke Semarang, setelah shalat ied langsung balik Jkt naik pesawat karena harus masuk jam 2 siang.
    Sukses ya Day, kuliahnya, NOC-nya juga, hehehe.. Ditunggu cerita-cerita naik gunungnya lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Lewat ke baris perkakas