Pendakian GunungPerjalanan

Hiking ke Wana Wisata Batu Kuda Manglayang

Rasanya sudah lama sekali aku nggak nulis tentang artikel perjalanan, nah kali ini aku mau cerita tentang bagaimana rasanya hiking ke Wana Wisata Batu Kuda Manglayang menggunakan 2 tongkat tanpa kaki palsu bersama keluarga.

Sejak pagi kami sudah mempersiapkan diri untuk wisata ke Batu Kuda, awalnya kami tidak punya rencana untuk trekking ke Batu Kuda. Karena kami hanya ingin piknik santai serta nge-grill dan menikmati suasana area camping Batu Kuda.

Hutan area camping Batu Kuda Gunung Manglayang tidak jauh dari pintu masuk dan area parkir kendaraan, makanya spot ini menjadi favorit wisatawan yang berkunjung ke tempat ini. Namun tiba-tiba pagi itu aku keidean untuk trekking ke Situs Batu Kuda karena sudah beberapa kali mengunjungi tempat ini, aku tuh belum pernah ke sana.

Atas dasar rasa penasaran dan ide yang diterima oleh keluarga, akhirnya kami setuju untuk tidak hanya sekadar pinik cantik di camping area Batu Kuda. Tetapi juga melakukan trekking meskipun jaraknya lumayan jauh dan menantang.

Berangkat Hiking Ke Wana Wisata Batu Kuda Manglayang

Sekitar jam 7 pagi, di hari Sabtu kami sekeluarga mulai berangkat dengan menggunakan 1 mobil dan 1 motor. Jarak tempuh dari rumah ke Wana Wisata Batu Kuda Manglayang tidak terlalu jauh, sekitar ± 20 menit saja dengan kecepatan yang amat santai.

Aku selalu suka dengan pemandangan alam di sepanjang jalan menuju lokasi, serta masih ada perkampungan dengan rumah panggung tradisional khas Sunda gitu. DItambah perkebunan di kanan-kiri serta pemandangan Kota Bandung juga beberapa kali terlihat di sepanjang jalan.

Setelah menempuh jalan yang kadang amat menanjak dan sedikit berlubang, akhirnya kami sampai di pintu masuk Wana Wisata Batu Kuda Manglayang. Di loket masuk ada beberapa kategori harga tiket untuk pengunjung seperti berikut:

  • Tiket Masuk Rp 10.000 (hari biasa) & Rp 15.000 (akhir pekan+hari libur) per orang
  • Parkir Motor Rp 5.000
  • Parkir Mobil Rp 10.000
  • Camping Rp 15.000 – Rp 25.000 per malam 

*Harga tiket masuk dan parkir bisa berubah sewaktu-waktu

Setelah membayar tiket dan uang parkir kami langsung tancap gas ke tempat parkir untuk membawa perbekalan piknik serta persiapan trekking. Sekadar informasi saja nih guys, di tengah maraknya pungli wisata di daerah Jawa Barat yang viral sejak lama.

Menurutku tempat wisata ini tidak ada pungli yang meresahkan sama sekali, dan area wisatanya pun bersih terawat dengan baik. Banyak spot tong sampah yang ditaruh pengelola wisata agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan, serta petugas kebersihan pun selalu keliling di tiap waktu.

Menarik kan????

Baca Juga:

Pertama Kali Trekking Menggunakan Dua Tongkat

Setelah mendapatkan spot yang cocok untuk menggelar tikar dan nge-grill after trekking, kami siap memulai perjalanan ke Batu Kuda. Tentunya ada 1 orang yang tidak ikut karena satu dan lain hal yaitu adik kami Aufa. Dia memilih untuk menunggu sambil rehat ditemani buku dan aneka macam cemilan dan makanan berat yang tentunya tidak kami bawa semua.

Jujur saja ini adalah pertama kali aku trekking dengan medan yang cukup menantang dengan menggunakan 2 tongkat tanpa kaki palsu sejak amputasi kaki kiri tahun 2020 yg lalu. Terakhir kali aku trekking jauh adalah di pertengahan tahun 2019 yaitu saat melakukan pendakian ke Gunung CIkuray dengan istri yang waktu itu statusnya masih jadi pacar hehe.

Kali ini aku trekkingnya tak hanya dengan istri, yaitu juga dengan kedua anak laki-laki kami serta adik, ipar, dan mamah yang juga ikut dalam perjalanan.

Baca Juga

Tujuan Pertama Dek atau Dermaga Wana Wisata Batu Kuda Manglayang

Langkah pertama kami sudah disambut dengan tanjakan santai dari camping area, buat aku yang menggunakan 2 tongkat dengan 1 kaki masih terbilang sopan. Dan kedua anak kami pun masih semangat melibas tanjakan ini tanpa kendala yang berarti.

Ketika sudah hampir melewati batas vegetasi dan memasuki area terbuka, barulah tantangan yang sebenarnya datang. Tanjakan berbatu menyambut kami yang lama-kelamaan kemiringannya makin curam. Untuk aku yang menggunakan tongkat, mulai extra hati-hati dan extra fokus dalam memilih langkah.

Apalagi di ketinggian seperti ini kepalaku mulai sedikit pusing karena faktor ketinggian serta faktor menggunakan dua tongkat dengan satu kaki. Tak jarang aku harus menggunakan mode ngesot karena tanjakan yang sudah tidak ramah untuk disabilitas (ya iyalah namanya juga jalur pendakian hahahaha).

Beberapa kali kami istirahat sejenak di tengah jalan sambil meneguk air mineral yang dibekal sambil melihat pemandangan dengan latar Kota Bandung yang amat mengagumkan. Sebelum amputasi 2020, trek seperti ini sudah menjadi hal biasa pas aku rajin naik gunung. Tapi setelah amputasi ya ampunnn beneran bikin ngos-ngosan ceunah.

Setelah beristirahat sejenak, kami kembali melakukan pendakian ke tujuan pertama. Setelah hampir sampai ke Dek aku nggak nyangka. Ternyata ada jalan berupa tangga yang amat rapi di sisi lain jalur, karena kemiringan jalur bebatuan yang sudah tidak bersahabat untuk aku yang disabilitas. Akhirnya aku memilih jalur tangga untuk melanjutkan perjalanan.

Tapi sejujurnya lewat tangga lebih capek dibanding lewat jalur tanah dan batu, tapi ya gimana lagi yah. Kondisinya sudah nggak bisa lewat situ ya akhirnya aku pilih jalan yang lebih gampang hahaha. Setelah ± 45 menit, akhirnya kami sampai di tujuan pertama yaitu Dek atau Dermaga Batu Kuda Gunung Manglayang. 

Kami istirahat lagi sembari mengabadikan momen dengan latar pemandangan hutan serta Kota Bandung di bawahnya. Capeknya lumayan terbayar lunas dengan suasana dan pemandangan seperti ini, jujur ya.. Aku bangga dikit bisa trekking lagi pakai dua tongkat tanpa kaki palsu. Mantap lah pokoknya.

Lanjut part 2…

 

~Terima Kasih Sudah Membaca 😊

Dayu Anggoro

Penyandang disabilitas yang hobi jalan dan kulineran. (Follow IG & twitter @abangdayu- email dayuag16@gmail.com)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker