Perjalanan

Wara-Wiri Yogyakarta (Episode 1)

lembayung temanku
nada yang mendayu
sayupkan mataku
manjakan penatku
terkuras ideku setahun penuh
liburanku tolong jangan ganggu
( Fourtwnty – Diam Diam Kubawa 1 )
Tanggal sudah memasuki pertengahan bulan September 2016, waktu itu rencana liburan akhir tahun telah tersusun rapi oleh saya dan abang saya. Selasa 13 September 2017 sore itu setelah meeting di kantor sayapun langsung browsing untuk mencari tiket pulang dan pergi untuk tujuan Yogyakarta, ya, tujuan liburan kami adalah Yogyakarta. Tidak berlangsung lama dapatlah tiket kereta dengan keberangkatan dan jam yang diinginkan.

 

Sumber: Pribadi

 

Saya memilih kereta yang berangkatanya pada hari Kamis 08 Desember 2016 pukul 22.00, agar hari Jum’at pagi sampai di Yogyakarta dan langsung menjelajah kota dengan salah satu makanan khas yaitu gudeg. Tak lupa sayapun juga membeli tiket pulang untuk keberangkatan hari Senin 12 Desember 2016, setelah aman mendapatkan tiket pulang dan pergi selanjutnya tinggal memikirkan tempat menginap selama di Yogyakarta.
Oh ya, perjalanan kali ini adalah pengalaman yang pertama bagi saya karena dari urusan tiket kereta, penginapan, serta destinasi-destinasi wisata di Yogyakarta adalah full tanggu jawab dan urusan saya. Karena pada waktu itu abang saya sedang sibuk dengan urusan sidang skripsinya, “Semua perjalanan kamu yang atur yah, Pokoknya talangin dulu buat mesen tiket sama penginapan” ujar abang saya.
3 bulan sebelum keberangkatan kami, saya sudah prepare memesan tiket. Karena untuk tiket kereta api sendiri bisa dipesan minimal H-90, sadar karena pilihan tanggal liburan yang jatuh pada saat long weekend, maka dari itu saya harus sudah membuat perencanaan yang matang dari jauh-jauh hari.
Untuk memilih penginapan sendiri saya mencari yang semurah mungkin dengan fasilitas yang sebagus mungkin hehehe. Saat itupun saya mulai khawatir karena saya mencari penginapan murah disekitaran Malioboro sudah full semua, akhirnya setelah sabar mencari disitus-situs yang menyediakan tempat menginap.
Dapatlah saya penginapan Home Stay dengan harga 90 ribu permalam, Memang jaraknya dari Malioboro aga sedikit jauh tetapi tidak mengurangi antusias dan semangat untuk liburan. Setelah 3 bulan akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, rasa senang dan hatipun berdebar-debar menyambut liburan akhir tahun.
Sore hari tanggal 08 Desember 2016 sekitar jam 16.30 wib hujan lebat turun, situasi ini membuat saya khawatir jika hujan berlangsung lama. Pukul 18.15 wib sehabis solat maghrib hujan tuurun makin deras, sedikit gelisah kalau saja hujan ini awet sampai tengah malam.

Selepas solat isya hujan mulai turun dengan intensitas ringan dan abang saya belum pulang dari kantor, padahal jam 20.30 wib kami sudah harus segera berangkat menuju stasiun Pasar Senen. Pukul 19.45 wib abang saya pulang kerumah dan hujan pun masih turun dengan intensitas seringan, saya langsung buru-buru merapikan barang untuk persiapan perjalanan begitupun abang saya.

Sumber: http://www.misael.id

Saat sudah mulai berangkat ke Pasar Senen, kami tiba sekitar pukul 21.30 wib dan langsung bertemu 1 teman abang saya yang abang saya ajak dan akan menemani perjalanan kami. Selesai cetak tiket kami langsung memasuki stasiun dan menunggu Ka 134. Senja Utama Solo yang akan berangkat pukul 22.00 wib sesuai jadwal yang tertera pada tiket.

Namun cobaan pertama datang, saya sangat ingat sekali kereta kami telat sekitar 57 menit dan baru diberangkatkan pukul 22.57 dengan rangkaian kereta berbeda, seharusnya kami menaiki Ka. Senja Utama Solo tetapi kereta diganti dengan Ka. Fajar Utama Yogyakarta, tidak ada masalah bagi saya dengan pergantian rangkaian ini kaena masih 1 kelas sama-sama kelas Bisnis tapi, yang menjadi masalah yaitu waktu tibapun akan menajadi ngaret.
 
Abang Dayu
Kereta yang kami naiki mulai diberangkatkan seraya semboyan 40 yang diisyaratkan oleh petugas PPKA dengan cara mengangkat tongkat dengan rambu berbentuk bundar berwarna hijau dengan tepian putih. Juga semboyan 41 atau bunyi peluit dari petugas kondektur menandakan kereta sudah aman dan siap untuk dijalankan, serta disambut bunyi semboyan 35 dari masinis atau klakson kereta.

Lagi-lagi cobaan kembali datang, diantara stasiun Tambun dan Cibitung kereta kami tertahan karena ada gangguan persinyalan yang diinfokan oleh petugas. 3 jam kami menunggu dan masalah sudah terselesaikan keretapun kembali dijalankan. Rasa kesal muncul sesaat karena perkiraan kami datang di stasiun Yogja pukul 05.57 wib jadi akan telat dari jadwal yang seharusnya, tetapi saya mencoba meredam rasa kesal dengan tidur dan menikmati perjalan.
Jarum pendek jam menunjuk ke angka 9 sedangkan jarum Panjang ke angka 6 artinya kami telat 3jam 30menit dari jadwal yang ada di tiket, setibanya di stasiun Tugu Yogyakarta kami langsung berjalan ke pintu keluar yang mengarah ke jalan Malioboro untuk mencari sarapan. Perut yang kelaparan langsung menyerbu warung makan yang ada di dekat Pasar Bringharjo untuk mengisi tenaga, selesai makan saya mulai mengeluarkan handphone untuk mencari alamat home stay tempat kami menginap melalui google maps.

 

Cukup menguras tenaga saat itu kami berjalan kaki kira-kira sejauh 2,5km dari Malioboro selama 30menit untuk sampai di home stay. Sebelum perjalanan ke Yogya dimulai, kami sudah sepakat untuk tidak menyewa motor/mobil selama di yogya karena ingin merasakan sensasi lain dari sebuah perjalanan. Sesampainya di home stay saya langsung melakukan check in lalu merapikan barang di kamar dan mandi untuk persiapan solat jum’at.
Show More

Related Articles

65 Comments

  1. Gregetan juga ya baca kereta telat, ada masalah pula. Untungnya sampe Jogja bisa langsung seneng2 menikmati kota yang keren ini. Rasa sebalnya jadi langsung ilang. Terbayar lunas deh. Hehehe

  2. Kereta jurusan Yogya msh punya kelas bisnis yang nyaman buat kaki selonjoran.
    Oh ya, sekedar masukan, tulisannya banyak yang kurang sesuai EBI. Kalau bisa diminimalisir mas…

  3. Syukurlah aku ga pernah kesal dengan keterlambatan transportasi. Karena kalo terpancing utk kesal bisa merusak semua mood utk jalan-jalan. Namanya juga liburan, jadi ya let it flow aja. Hehe

  4. Iya Bang, tapi denger-denger dari komunitas kereta sih kedepanya kelas bisnis akan diganti dengan kelas ekonomi premium. Tunggu waktu aja benar atau tidaknya. Terima kasih Bang saran dan kritikanya hehehe.

  5. Baru tahu dengan kode kode perkeretaan.
    Kereta adalah transportasi favorite ku, belum pernah aku mengalami keterlambatan jadwal seperti kamu..malah keseringan aku yang hampir ketinggalan kereta..

  6. Opening tulisan pakai lagu, dan teknik story telling nya mampu menambah kekesalan saya ketika membaca. Gile telat 3 jam 30 menit. Ya Allah, kalau saya udah BT banget itu hahaha

  7. Jogja, gak pernah bosen ya sama kota satu ini. Sekali ke sana pengen terus balik lagi. Tapi kalau keretanya telat banget gitu bikin dongkol juga ya, hiks…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close