PerjalananAcaraUlasan

Sociotrip Kurban Cianjur, Bertualang Bersama Dompet Dhuafa.

Sociotrip Kurban Cianjur

Assalamualaikum kawan, gimana kabarnya nih? Di artikel ini saya tidak akan bercerita tentang gunung. Tetapi saya ingin menceritakan pengalaman seru saya bertualang bersama Dompet Dhuafa ke daerah Cibeber, Kabupaten Cianjur. Perjalanan kali ini bertemakan Sociotrip Kurban Cianjur.

Yaitu mengunjungi peternakan DoKa (Domba Kambing) yang ada di Kecamatan Cibeber. Kecamatan Cibeber ini berjarak sekitar 17 Km ke arah selatan dari Ibu Kota Kabupaten Cianjur kawan. Lumayan menempuh perjalanan jauh dari kantor pusat Dompet Dhuafa yang berada di Philanthropy Building Jl. Warung Jati Barat No. Jakarta Selatan.

Peserta Sociotrip Kurban Cianjur Berkumpul di Philanthropy Building

Rabu 10 Juli 2019, pagi itu saya dan teman-teman blogger serta media sudah berkumpul di Philanthropy Building kantor Dompet Dhuafa. Para peserta Sociotrip Kurban Cianjur sudah banyak yang datang sejak jam 7 pagi. Karena, info dari Mbak Annisa selaku koordinator acara ini menginfokan agar para peserta registrasi ulang mulai dari jam 7.

Di Philanthropy Building kantor dompet Dhuafa kami berkumpul untuk registrai ulang sekaligus mengambil kaos untuk acara. Dari sinilah kami para peserta akan berangkat ke acara Sociotrip di Cianjur. Setelah menunggu beberapa saat, kami diinstruksikan menuju parkiran untuk berangkat ke Cianjur.

Para peserta blogger serta media berangkat ke Kecamatan Cibeber menggunakan mobil Elf. Pukul 9 pagi kalau tidak salah, saya dan teman-teman blogger sudah berada di dalam mobil untuk selanjutnya memulai perjalanan. Berdoa adalah hal wajib bagi kami semua sebelum memulai perjalanan jauh, untuk meminta kelancaran dan keselamatan kepada Tuhan.

Baca Juga Artikel Perjalanan Lainnya : Institut Kemandirian dan Segudang Cerita Inspiratif

Gunung Andong dan Pesona Alamnya yang Indah

Berangkat Menuju Kecamatan Cibeber kabupaten Cianjur

Sociotrip, kurban, cianjur, dompet dhuafa, jangan takut berbagi, jangan takut berkurban
Elf yang Mengantar Kami Menuju Sociotip Cianjur. (dok : Dayu Anggoro)

Mobil Elf yang kami tumpangi pun berangkat menembus jalanan Ibu Kota, oh ya, ada kejadian unik nih ketika kami di perjalanan. Yaitu saat mobil keluar tol Cibubur dan menjemput beberapa peserta yang sudah berkoordinasi untuk dijemput dari dekat pintu tol Cibubur. Ketika mobil kami perlahan berhenti tepat di depan tukang tahu sumedang, untuk menunggu yang menyusul dari Cibubur, salah satunuya Mak Dewi.

Tiba-tiba saja Polisi berseragam menghentikan motornya tepat di depan mobil kami. Sontak, kami semua satu pikiran dan berspekulasi kalau hal ini adalah tanda-tanda akan ditilang. Benar saja, Pak Sopir disuruh turun oleh Polisi dan ditanya-tanya. Entah apa pertanyaanya saya dan teman-teman hanya melihat dari dalam mobil.

Ketika urusan sudah selesai, dan peserta yang ditunggu akhirnya datang juga ke mobil. Kami bertanya kepada Pak Sopir apakah ditilang atau tidak dari kejadian tadi. Dan ternyata…… Pak Sopir hanya disetrap kami tidak ditilang, Polisi tersebut hanya iseng memarkirkan motornya di depan mobil kami. Karena Polisi tersebut berhenti untuk membeli tahu, hadedehhhh ada-ada saja hehe.

Baca Juga Artikel Perjalanan Lainnya : Gunung Tangkuban Perahu, Tempat Wisata Legenda di Bandung.

Situ Cileunca: Tempat Wisata Indah di Pengalengan.

Para Peserta Sociotrip Kurban Cianjur Rehat Sejenak di Tengah Perjalanan

Perjalanan dilanjut dengan tenang, mobil melaju kencang menembus tol arah Puncak. Ketika sudah memasuki daerah Puncak kami mulai menemui hambatan, yaps, jalan arah Cianjur macet dan mobil hanya bisa berjalan pelan. Entah macet berapa lama karena saat itu saya tidur, bangun, tidur, tidur lagi.

Sekitar jam 1 siang kami masih belum sampai Kota Kabupaten Cianjur, dan jam 1 siang pula kami pun berhenti di Pom Bensin. Untuk istirahat, solat zuhur, serta jajan mengganjal perut yang sudah keroncongan. Tukang bakso, batagor, pempek, dan telur gulung menjadi penyelamat perut kami ketika lapar. Setelah ibadah zuhur selesai dan perut terisi kami melanjutkan perjalanan.

Kurang lebih 1 jam kami baru sampai lokasi peternakan Doka (Domba Kambing) di Kecamatan Cibeber. Itu pun, melalui drama nyasar-nyasar ke lokasi, yang membuat perjalanan makin seru hahahahayyyy.

Baca Juga Artikel Perjalanan Lainnya : Danau Gunung Tujuh, Surga Tersembunyi di Balik Gunung kerinci.

Tiba di Cibeber Kabupaten Cianjur

Sociotrip, kurban, cianjur, dompet dhuafa, jangan takut berbagi, jangan takut berkurban
Suasana di Cibeber, Kabupaten Cianjur.

Setibanya kami dilokasi, kami disambut dengan makan siang yang mengugah selera. Kami para peserta Sociotrip Kurban Cianjur, berkumpul di Saung untuk makan siang. Dilanjutkan dengan pembukaan acara oleh MC, lalu kata sambutan dari GM. Marketing Communication Dompet Dhuafa yaitu Mbak Etika Setiawanti dan Mas Kamaludin, Manajer Program Pemberdayaan Ekonomi.

Melalui acara Sociotrip Kurban Cianjur, kami para blogger dan wartawan deperkenalkan program Dompet Dhuafa untuk menyambut Iduladha 1440H. Yaitu program Tebar Hewan Kurban (THK), program ini bertujuan untuk membagikan daging kurban yang disalurkan secara tepat dan merata. Tepat sasaran untuk penerima yang benar-benar berhak mendapatkan daging kurban kawan.

Selain itu juga tujuan dari program Tebar Hewan Kurban untuk menumbuhkan perekonomian para peternak kecil yang telah menjadi mitra THK Dompet Dhuafa. Sangat bermanfaat untuk membangkitkan ekonomi dikalangan peternak lokal, kalau kata anak sekarang Mantul Gak Tuh Tujuanya.

Manfaat-Manfaat dari Program Dompet Dhuafa

Sociotrip, kurban, cianjur, dompet dhuafa, jangan takut berbagi, jangan takut berkurban
Sumber : dompetdhuafa.org

Lalu hal positif lainnya dari progam yang dikembangkan oleh Dompet Dhuafa yaitu Program Kampung Ternak Nusantara (KTN). Apaa itu KTN ??? Nah, KTN itu adalah program yang mengupayakan untuk memasarkan hewan ternak dari para peternak lokal. Jadi, para peternak tidak khawatir untuk memasarkan hewan hasil ternaknya kawan.

Dari program ini diharapkan juga akan meningkatnya kesejahteraan peternak kecil juga membangun peternakan rakyat. Menyelenggarakan bisnis peternakan yang tujuannya menghadirkan keuntungan dan juga pertumbuhan yang berkesinambungan dan berkah bagi peternak Dhuafa.

Oh ya nih kawan, yang perlu diketahui oleh kalian adalah, setiap tahun program Tebar Hewan Kurban menjadi puncak atau panen bagi peternak pemberdaayaan program tersebut. Kepastian pasar yang mereka dapatkan melalui THK Dompet Dhuafa, termasuk menjadi garda terdepan penyebaran hewan kurban ke seluruh pelosok Indonesia.

Mengunjungi Peternakan Domba dan Kambing

Sociotrip, kurban, cianjur, dompet dhuafa, jangan takut berbagi, jangan takut berkurban
Domba yang sudah lolos seleksi QC untuk dijadikan hewan kurban
Sociotrip, kurban, cianjur, dompet dhuafa, jangan takut berbagi, jangan takut berkurban
Proses Penimbangan Domba Sesuai Standar Hewan Kurban
Sociotrip, kurban, cianjur, dompet dhuafa, jangan takut berbagi, jangan takut berkurban
Pemeriksaan Domba Oleh Tim QC

Setelah acara sambutan dari pihak Dompet Dhuafa, kami diajak untuk ke kandang Domba dan kambing. Melihat-lihat hewan kurban yang sudah terseleksi standar mutu dan kualitasnya. Termasuk juga kesehatan hewan kurban yang diseleksi oleh tim Quality Qontrol.

Dan setelah melihat-lihat Domba dan Kambing yang akan dijadikan hewan kurban nantinya. Kami diajak ke sungai untuk memandikan beberapa Domba dan Kambing tersebut. Aih, rasanya ingin sekali ikut mandi di sungai yang pamandangannya ada sawah juga bukit di sekitar hehehe.

Sociotrip, kurban, cianjur, dompet dhuafa, jangan takut berbagi, jangan takut berkurban
Memandikan Si Domba di Sungai

Setelah acara jebar-jebur mandi di sungai kami kembali ke saung untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk pulang kembali ke Jakarta.

Sebagai informasi tambahan nih kawan “Tahun ini Dompet Dhuafa menargetkan kurban sebanyak 30.000 ekor dan pendistribusiannya menjangkau 34 Provinsi di Indonesia. Termasuk juga wilayah terdampak bencana seperti : Palu, Lombok, Banten, Samarinda, dan Konawe. Selain itu Dompet Dhuafa mendistribusikan hewan kurban ke tujuh negara seperti : Timor Leste, Filipina, Myanmar, Vietnam, Palestina, Thailand, dan Bangladesh.

Melalui pendekatan pemberdayaan peternak lokal yang mandiri dan sudah melewati seleksi. Kemudian para peternak dapat memastikan kualitas hewan kurbannya lantaran ada pendampingan oleh tim program Dompet Dhuafa,” ucap drg. Imam Rulyawan, MARS., selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi.

Dompet Dhuafa berupaya mengembangkan Global Information System (GIS) yang berisi data sebaran penerima manfaat dalam bentuk peta geografis. Dan juga bekerja sama dengan e-commerce serta fintech dalam mengembangkan system digitalisasi pengelolaan zakat, serta kurban. Semangat #JanganTakutBerkurban akan terus bergelora untuk memeriahkan Iduladha 1440 H.

Sociotrip, kurban, cianjur, dompet dhuafa, jangan takut berbagi, jangan takut berkurban
Berfoto di Sawah, Sebelum Kembali Pulang ke Jakarta.

Begitulah petualangan saya ke kabupaten Cianjur bersama Dompet Dhuafa, semoga bermanfaat untuk program kebaikan Dompet Dhuafa. Juga bermanfaat untuk kalian, kawan-kawan yang sudah membaca artikel ini, meskipun panjang dan mungkin membosankan hahahaha. Yang penting yuk kita sebarkan semangat #JanganTakutBerkurban juga #JanganTakutBerbagi.

Akhri kata, wassalmualaikum.

~Terima kasih.

Tags
Show More

Related Articles

29 Comments

  1. gak terasa 1 bulan lagi menjelang idul adha.
    pengen juga nih berkurban. insyaallah tahun ini ingin berkurban.
    event dan sosialisai Dompet Dhuafa itu dimana-mana ya. aku baru tahu program kampung ternak ini bisa membantu para peternak memasarkan ternaknya, terutama musim berkurban ini. Gak nyangka bisa nyampe palestina dan bangladesh wiiihhh keren banget.

  2. Berkurban melalui dompet dhuafa jadi lebih merata ya kak penyebarannya. Klo di mashid rumah kan ladang ada aja yang penyebarannya gak merata.

  3. Semoga bisa berqurban tahun ini. Dompet Dhuafa yang aku suka adalah adanya program yang mengupayakan untuk memasarkan hewan ternak dari para peternak lokal. Jadi berqurban, bisa sekaligus membantu para peternak kecil.

  4. huwaaa ku ingin juga ikutan sociotrip ke lokasinya Dompet Dhuafa tapi ga pas nih waktunya. Semoga idul adha tahun ini distribusi hewan qurban semakin merata dan menjangkau pelosok Indonesia.

  5. Seru banget ya perjalanannya…. langsung melihat domba dan kambing yang akan dikurbankan ya.
    Memang sih, kalau ingat Idul Adha, inget sama Dompet Dhuafa yaa…. Karena lebih mudah berkurban lewat Dompet Dhuafa ya, lebih tepat sasarannya.

  6. Waktu tempuhnya lumayan lama. Pakai nyasar pula hehehe. Tetapi, kalau udha sampai lokasi rasanya terbayar. Lokasinya sejuk dan pastinya kita jadi tau seperti apa domba kurban dari Dompet Dhuafa

  7. Aku sukanya lewat dompet dhuafa ya karena dia bisa jangkau semua daerah di Indonesia. Jadi lebih tersebar ke daerah yang membutuhkan. Bismillah semoga kita semua dimampukan untuk kurban tahun ini yaa

  8. Asik banget ya ini ikutan Sociotrip bersama Dompet Dhuafa. Lihat peternakan hewan kurban mereka ini bagus dan memang menjaga sekali hewan kurbannya. Kadang kitakan selama ini gak pernah tau hewan kurban yang kita beli setiap tahunnya apakah dirawat dengan baik juga? Sepertinya ini menjadi alasan yang tepat untuk berkurban lewat Dompet Dhuafa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker