Kuliner

5 Rekomendasi Kuliner Ibu Kota versi Dari Halte Ke Halte

Rekomendasi Kuliner Dari Halte ke Halte

Assalamualaikum kawan, apa kabarnya nih? Saat kita sudah mulai memasuki era New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru. Pastinya, kita yang selama ini WFH di rumah perlahan-lahan mulai WFO atau bekerja di luar rumah seperti sedia kala. Nah kawan untuk memulai kembali Adaptasi Kebiasaan Baru, saya mempunya rekomendasi jajanan kuliner nih yang harus banget kalian coba versi akun medsos DHKH (Dari Halte Ke Halte).

Sebelumnya, saya akan menjelaskan tentang akun media sosial Dari Halte ke Halte, Dari Halte ke Halte adalah akun media sosial yang ada di Instagram dan Twitter. Akun media sosial tersebut membahas tentang rekomendasi-rekomendasi jajanan kuliner yang ada di sekitaran Stasiun kereta, Halte Transjakarta, serta Stasiun MRT. Biasanya si, mayoritas jajanan kaki lima yang dibahas di akun tersebut.

Dan pastinya, menu jajanan yang di upload di akun tersebut beberapa ada beberapa yang viral lho, karena tempat makan atau tempat jajanan yang direkomendasikan dekat dengan pemberhentian angkutan umum seperti Stasiun Kereta, Stasiun MRT, atau pun Halte Transjakarta. Membuat orang-orang yang melihat postingan Dari Halte ke Halte mudah untuk langsung menyambanginya untuk mencoba karena penasaran.

Nah, maka dari itu, di artikel ini saya akan membahas beberapa tempat makan atau jajanan versi akun Dari Halte ke Halte. Sebenarnya beberapa tempat makan ini semuanya belum saya coba, akan tetapi menjadi list tempat makan yang akan saya kunjungi jika saya sudah bisa beraktivitas dengan normal.

Baca Juga Artikel Kuliner Abang Dayu Lainnya:

Bakso Seuseupan, Kuliner Kota Bogor yang Bikin Ngiler.

Mie Kriting Luwes, Bakmi Paling Enak yang Ada di Stasiun Sudirman.

KAY’s Café and Bar, Tempat Nongkrong Paling Asik di Pusat Jakarta

5 Kuliner Rekomendasi versi Dari Halte ke Halte

Tak usah lama-lama, yuk mari disimak:

1. Nasi Bebek Ayam Bakar Khas Madura Ibu Khofifah

kuliner, nasi bebek, dari halte ke halte,
Sumber : twitter.com/drhaltekehalte
kuliner, nasi bebek, dari halte ke halte,
Sumber: twitter.com/drhaltekehalte

Siapa dari kalian yang cinta banget sama nasi bebek hayooo? Saya si, benar-benar bucin sama nasi bebek apalagi yang khas madura, duh bumbu hitamnya itu lho yang ngangenin hehe. Nah kawan, nasi bebek Ibu Khofifah ini letaknya di daerah Mangga Besar. Tepatnya di antara Halte TransJakarta Mangga Besar dan toko Suisse Bakery, samping Bank BCA gitu deh. Menu di sini mulai dari Rp 16.000 kawan, menjadikan nasi bebek ini target pertama yang harus saya kunjungi suatu saat hehe.

2. Kantin Hana Masakan Khas Manado

kuliner, masakan manado, khas manado, dari halte ke halte
Sumber: twitter.com/drhaltekehalte

Jujur saja ya kawan, saya belum pernah sekali pun mencicipi bagaimana nikmatnya masakan khas dari daerah Manado. Maka dari itu, list kedua kuliner yang akan saya cicipi adalah masakan khas dari daerah Manado. Karena di Jakarta sendiri, banyak tempat kuliner yang menyajikan masakan khas dari berbagai macam daerah di Nusantara. Menjadikan masakan khas Manado tidak sulit ditemukan. Kantin Hana Masakan Khas Manado terletak di daerah karet tepatnya 450 meter dari Stasiun Karet kawan, untuk menunya sendiri jika memesan seporsi nasi cakalang, tumis kangkung bunga papaya, dan bakwan jagung harganya Rp 25.000 saja, tidak begitu mahal bukan.

3. Otak-Otak Toko Binatu An

otak-otak, otak-otak binatu an, toko binatu an, dari halte ke halte
Sumber: twitter.com/drhaltekehalte
otak-otak, otak-otak binatu an, toko binatu an, dari halte ke halte
Sumber: twitter.com/drhaltekehalte

Siapa hayoo yang suka jajanan yang sering dijual oleh abang-abang keliling menggunakan sepeda ini. Otak-otak yang terbuat dari ikan tenggiri lalu disiram sambal kacang ini menjadi menu andalan dari Toko Binatu An kawan. Lokasinya sendiri berada di daerah Sawah Besar tepatnya di Jl. AM Sangaji No.23, jika kalian mau ke tempat ini bisa ditempuh dari halte TransJakarta Sawah Besar dengan melanjutkan angkot M08 arah Tanahbang. Oh ya kawan, harganya sendiri untuk satu otak-otak ikan tenggiri dihargai sebesar Rp 10.000 persatu otak-otak, dan buka setiap hari dari jam 08.00 wib – 18.00 wib. Meskipun rada mahal, tapi saya tetap penasaran ingin mencobanya hehe.

Baca Juga Artikel Kuliner Abang Dayu Lainnya:

Bubur Stasiun Cakung, Kuliner Mantap yang Wajib Kamu Coba.

Sate Padang Ajo Ramon, Kuliner Legendaris di Jakarta Selatan.

Nasi Jamblang Bu Nur, Makanan Khas Paling Enak di Kota Cirebon.

Bakso Kumis Lapangan Blok S, Salah Satu Bakso Unik yang Mengugah Selera.

4. Bakwan Pontianak

bakwan pontianak, makanan khas pontianak, dari halte ke halte
Sumber: twitter.com/drhaltekehalte

Kalau gorengan bakwan saja mungkin kalian sudah tidak asing lagi kan yah, mudah ditemui di tukang nasi uduk atau tukang gorengan bagi yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, dari bakwan sayur hingga bakwan jagung. Namun, bakwan Pontianak yang satu ini berbeda dengan saudara bakwannya yang ada di pulau jawa. Bakwan Pontianak ini lebih tebal dan sexy dengan toping udang rebon atau ikan teri. Lokasi jualannya sendiri berada di Jl. Kebon Kacang Raya no 115 Near West Mall Grand Indonesia, bisa ditempuh jalan kaki dari halte TransJakarta Bundaran HI atau Stasiun MRT Bundaran HI kawan, menjadikan jajanan ini yg harus saya coba kalau saya sudah bisa beraktivitas dengan normal lagi sekalian ngemall ke GI hahaha.

5. Gudeg Jogja Bu Tinah Stasiun Gondangdia

gudeg jogja, gudeg, dari halte ke halte
twitter.com/drhaltekehalte

Siapa si, yang tak kenal dengan makan khas kota Jogja yang satu ini, manis dan sedikit gurih yang menggugah selera. Nah, di pintu selatan Stasiun Gondangdia arah Masjid Cut Meutia ada tempat makan gudeg yang sepertinya harus saya coba nih. Gudeg Jogja Bu Tinah namanya, buka dari jam 6 pagi sampai jam 3 sore menjadikan gudeg ini yg pastinya masuk list makanan yg harus saya coba hehe. Seporsi nasi gudeg dengan telur hargnya Rp 17.000 saja.

Gimana kawan, kalian juga tertarik untuk mencobanya? Itulah beberapa rekomendasi kuliner yang menjadi list tempat makan yang akan saya kunjungi jika saya sudah bisa beraktivitas dengan normal. Sebenarnya masih banyak lagi rekomendasi dari Dari Halte ke Halte, tetapi yang saya sebutkan di atas adalah yang benar-benar ingin saya coba dan cicipi makanannya.

~Terima kasih

Tags

Related Articles

18 Comments

  1. Gw juga termasuk yang suka jajan kalo abis turun dari transjakarta karena biasanya setelah keluar dari halte akan ada banyak pedagang kaki lima yang nawarin jajanan..
    Beberapa rasanya enak, beberapa agak mengecewakan..hehe.

    Oia, kalo turun di halte transjakarta Stasiun Palmerah, gw rekomen buat nyobain cakwe yang letaknya deket gapura ke arah Pasar Palmerah..
    Kuah sambelnya sedapp..hehe.

    Btw, nice info terutama yang soal bebek!

  2. Wahh Day, ini makanannya semacam memperkenalkan kuliner Indonesia juga ya. Sebut aja nasi bebek khas Madura (Jatim), kantin Hana khas Manado ( Sulawesi), otak-otak toko Binatu An walau gak disebutin asalnya tapi aku td langsung keinget kota Bangka (Sumatera), Bakwan Pontianak (Kalimantan), terakhir nasi gudeg Jogja…keren keren serasa keliling Indonesia….

  3. dari makanan yang disebutkan, aku paling sering makan bebek madura. Mungkin dalam 7 hari, setidaknya sekali aku makan bebek madura. Bumbu bebek madura memiliki cita rasa tersendiri. Apalagi jika bumbu dan sambalnya pedas, cocok untuk para penggemar pedas. Belum lagi kalau daging bebeknya tidak alot. Pasti bakal nikmat sekali.

    rasanya mesti nyobain bebek madura yang direkomendasikan ini. Makasih infonya mas 😀

  4. Sudah harganya terjangkau, menunya istimewa dan menggoda mudah ditemukan oleh siapa saja karena dekat dengan halte lokasinya…beneran tujuan wajib kulineran nih. Apalagi ada nasi bebek favoritkuuu waduh jadi lapeer. Wajib follow akun dari halte ke halte biar punya referensi

  5. Duuuh, maafkeun aku yang lidahnya Sumatera banget. Sulit sekali tergugah dengan makanan lain selain masakan Sumatera terutama Masakan Padang. Bahkan hingga saat ini, aku benar-benar ngga berani nyobain makanan baru. Kadang suka ngiri sih sama temen yang disodorin makanan dari daerah mana aja, lidahnya ngga pernah nolak. Tapi aku …. huhuhuhuhu. Miris banget deh hidupku kalo udah bicara soal makanan. Kayak tipi hitam putih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close