Makan

Nasi Jamblang Bu Nur, Makanan Khas Kota Cirebon.

Untuk kalian yang suka berburu wisata kuliner dan ingin trip ke kota udang Cirebon, kalian bisa mampir ke salah satu tempat makan yang cukup terkenal di kota ini. Nasi Jamblang Bu Nur namanya, sejarah singkat nasi jamblang sendiri awalnya diperuntukan untuk para pekerja paksa di zaman kolonial Belanda. Yang sedang mengerjakan jalan raya deandels dari Anyer hingga ke Panarukan, melewati Kabupaten Cirebon juga Pantai Utara. Nasi jamblang pada sendiri di bungkus dengan daun jati, bukan dengan daun pisang atau daun lainya. Hal ini mengingat karena daun jati memiliki banyak pori-pori yang mana membuat nasi tahan lebih lama dan tetap terasa pulen.

Nasi Jamblang Bu Nur dan es teh
Nasi Jamblang Bu Nur dan es teh

Kembali ke topik awal, beberapa waktu yang lalu saat saya travelling berdua dengan temann ke kota Cirebon. Saya disarankan oleh salah seorang teman untuk mampir ke Nasi Jamblang Bu Nur. Yang terletak di Jl. Cangkring II Kota Cirebon, sebelum mengunjungi destinasi lainya.

Menuju Cirebon

Setelah memesan tiket kereta serta melakukan persiapan untuk hari H, perjalanan pun siap dimulai. Saya dan teman saya menaiki kereta ekonomi Tegal Ekspres dari stasiun Pasar Senen menuju stasiun Cirebon Prujakan. Berangkat dari Pasar Senen jam 07.35 wib menempuh perjalan sekitar 3 jam 48 akhirnya sampai saya sampai tepat waktu pada jam 11.23 wib. Walaupun sepanjang jalan dari Jakarta hingga ke Cirebon turun hujan, tetapi tidak menyurutkan semangat kami berdua untuk travelling ke tempat baru yang belum pernah kami kunjungi.

Lokasi Nasi Jamblang Bu Nur

Untuk lokasi Nasi Jamblang Bu Nur sendiri tidak terlalu jauh, dari stasiun Cirebon Kejaksan ataupun Cirebon Prujakan. Jika kalian pergi dari Jakarta atau kota-kota lain dengan menaiki moda transportasi kereta api cukup mudah. Dari stasiun kita bisa menaiki angkutan umum yang melewati Jl. Cangkring II atau memesan taxi online di aplikasi smartphone.  Kira-kira hanya membutuhka waktu 5-10menit untuk tiba di lokasi Jl. Cangkring II tempat Nasi Jamblang Bu Nur berada.

Baca juga : Bakso Kumis Lapangan Blok S

Jangan sekali-sekali datang disaat jam makan siang bila tidak ingin mengantri. Karena sewaktu saya mengunjungi Nasi jamblang Bu Nur, saya datang disaat jam makan siang tiba. Alhasil, saya harus bersabar menahan lapar karena antrian yang begitu panjang. Hal ini terjadi karena banyak wisatawan yang mampir ke tempat ini untuk mengisi perut dan tenaga sebelum berkunjung ke destinasi lain di kota Cirebon.

Antrian Nasi Jamblang Bu Nur
Antrian Nasi Jamblang Bu Nur

Harga 1 Porsi Nasi Jamblang Bu Nur

Siapkan kocek minimal Rp 30.000 untuk 1 orang, sudah cukup untuk menikmati 1 porsi Nasi Jamblang Bu Nur ini. Cukup terjangakau bukan. Harga untuk setiap laukpun terpampang jelas disalah satu sisi tembok yang ada di dalam rumah makan ini. Cara penyajian makanan di sini memakai prasmanan. Saat kita sudah mendapat giliran untuk memesan, pelayan akan memberikan piring yang di atasnya diletakan daun jamblang.

Tempat prasmanan Nasi Jamblang Bu Nur
Tempat prasmanan Nasi Jamblang Bu Nur

Nasi Jamblang sendiri bentuk dan ukuran hampir serupa dengan nasi kucing. Jika ingin memesan dengan porsi normal, kita bisa meminta 2 nasi kepada pelayan. Mungkin menurut saya menu yang menjadi favorit di tempat ini adalah cumi saus hitam, sate udang goreng, dan beberapa makanan laut lainya.

Setelah kita bebas memilih lauk yang diinginkan, baru kita bayar ke kasir yang tersedia diujung dekat meja prasmanan, sekaligus memesan minum. Menyantap nasi di atas daun jamblang akan menghadirkan sensi dan kenikmatan tersendiri. Perpaduan antara nasi dan daun jamblang juga lauk serta sambal goreng, semakin menambah rasa puas saat melahapnya. Apalagi jika kita ingin melanjutkan perjalanan dari warung Nasi Jamblang  Bu Nur ke destinasi lain di kota Cirebon. Semakin menambah tenaga untuk berwisata di kota Cirebon.

Jadi tunggu apalagi, jika kalian sedang atau ingin berwisata ke kota Cirebon. Kalian wajib mampir ke tempat ini untuk mencicipi dan merasakan nikmatnya makanan khas daerah Cirebon yang sudah ada sejak zaman Belanda.

 

 

Tags
Show More

11 Comments

  1. Enak nasi jamblang ya,kak …
    Dulu aku pernah jajal nasi jamblang tapi nasi perporsinya udah dibungkus daun jati waktu itu, bukan daun jamblang.
    Mungkin, dengan alas daun jamblang rasanya sama-sama enak juga ya, kak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close