AcaraUlasan

Hari Toilet Sedunia, Menumbuhkan Kesadaran Untuk Sanitasi Aman.

Berbicara soal sanitasi yang aman untuk masyarakat, terutama di Kota besar seperti Jakarta. Tidak terlepas dari yang namanya pengelolaan air limbah yang sesuai standar keamanannya. Karena sanitasi yang aman itu, adalah yang memutus sumber pencemaran limbah domestik ke sumber air yang biasanya banyak digunakan oleh masyarakat.

Maka dari itu, pada hari Selasa tanggal 19 November 2019 yang lalu USAID IUWASH & PD PAL JAYA mengadakan acara kumpul blogger dan vlogger untuk berdiskusi tentang sanitasi. Bertempat di Comic Café Tebte, tema dari kumpul blogger dan vlogger kali ini adalah “Sanitasi Aman Mulai Kapan?”. Acara ini digelar sebagai peringatan Hari Toilet Seduni lho kawan.

Toilet dan Sanitasi Memegang Peranan Penting Dalam Kehidupan

sanitasi, toilet
Sumber: pixabay.com

Berbicara soal toilet, rasanya tidak bisa lepas dari persoalan sanitasi yangmana memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat, betul kannn. Karena, dengan sanitasi yang baik maka kesehatan lingkungan yang ada di sekitar akan menjadi aman dan terbebas dari bakteri yang berbahaya yang dapat menimbulkan berbagai penyakit.

Oh ya kawan, di Indonesia sendiri dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan kemajuan lho soal sanitasi.

Kemajuan dalam akses pembuangan limbah yang aman bagi masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi, masih banyak permasalahan yang dihadapi, apalagi hal ini terjadi di Kota besar seperti Jakarta. Pada tahun 2018 saja akses sanitasi ke toilet atau jamban mencapai dari 74,5%, persentase ini sudah termasuk 7% sanitasi yang aman kawan.

Namun, meskipun Indonesia sudah menunjukkan kemajuan dalam menanggulangi masalah sanitasi. Pencapaian ini tidak dibarengi dengan penurunan penyakit diare dan stunting pada masyarakat. Diare ini bisa saja terjadi ketika ada bencana seperti salah satunya banjir, ditambah sekarang sudah memasuki musim hujan. Banjir bisa menjadi pemicu penyakit diare yang berkembang.

Baca Juga Artikel Abang Dayu Lainnya:

Peran USAID IUWASH Dalam Membenahi Sanitasi

USAID Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan Untuk Semua (IUWASH PLUS) adalah program berdurasi selama lima setengah tahun. Dirancang untuk mendukung Pemerintah Indonesia  dalam meningkatkan akses air minum dan layanan sanitasi, serta perbaikan perilaku hygiene bagi masyarakat kurang mampu.

Jika air limbah tidak diolah dengan baik dan benar, akan banyak merugikan masyarakat khususnya bagi kesehatan. Lanjut ke acara yuk, pada saat acara kumpul blogger dan vlogger dalam membahas sanitasi yang aman bagi masyarakat.

Kami diajak untuk mengunjungi ke Gg. Pelita I Rt 008/10 Kelurahan Tebet Timur, untuk melihat langsung bagaimana kondisi pembuangan air limbah yang ada di masyarakat. Sungguh miris, wilayah yang dialiri sungai dan membatasi dua perkampungan ini, masih banyak sebagian masyarakat yang belum menggunakan septic tank.

Sebagian masyarakat yang membuang segala sisa-sisa keikhlasan yang tidak diikhlaskan hehehe, alias sisa hajat langsung dibuang ke sungai. Kondisi ini mungkin sudah mereka lakukan selama bertahun-tahun. Mungkin saja karena faktor wilayah penduduk yang padat, faktor ini bisa saja menyebabkan berbagai risiko terutama kesehatan.

Pak Dyan selaku Lurah Tebet Timur mengatakan, ada 70% kelurahan Tebet yang sudah tercemar karena masalah sanitasi ini. Tebet yang selama ini saya ketahui sebagai tempat nongkrongnya anak muda dengan berbagai  macam café atau tempat karaoke yang bertebaran di wilayah ini. Ternyata masih ada wilayah dengan masalah saluran pembuangan limbah yang buruk.

Baca Juga Artikel Abang Dayu Lainnya:

Kesadaran Masyarakat Tebet Timur Untuk Membuat Septic Tank

sanitasi, toilet
Septic tank yang ada di salah satu daerah di Tebet Timur (Photo by: Dayu Anggoro)

Namun, sejak beberapa bulan terakhir warga mulai sadar akan sanitasi yang aman untuk kesehatan keluarga mereka. Dan terbukti dari salah satu warga yang sudah membuat share septic tank. Share septic tank ini dibangun atas dasar kesadaran oleh salah satu warga yang bernama Pak Sutikno.

Pak Sutikno yang rumahnya berada tepat di depan sungai atau kali ini sudah menyadari akan pentingnya septic tank. Beliau bersama beberapa warga membangun septic tank dengan dana pantungan total menghabiskan biaya sebesar 25 juta. Tidak sedikit memang dana yang dikeluarkan, namun manfaatnya  untuk kesehatan sangat sesuai kawan, dengan dana sebesar itu Pak Sutikno membuat 1 septic tank yang dapat menampung limbah sampai 4 rumah.

Selain itu juga di Kelurahan Tebet Timur ini sudah dibangun IPAL (Instalasi Pipa Air Limbah) KOMUNAL. Maksud dibangunnya IPAL diharapkan warga setempat bisa menjalani pola hidup yang baik. Dengan cara tidak membuang limbah yang sembarangan.

Baca Juga Artikel Abang Dayu Lainnya:

PD PAL JAYA Untuk Sedot WC Murah

Nah kalian sudah tahukan betapa pentingnya sanitasi bagi kehidupan kita, yuk mulai sekarang kita bangun kesadaran masyarakat akan sanitasi yang aman. Salah satu caranya kita bisa menguras septic tank dengan memanggil tukan sedot wc. Sedot wc di Jakarta sendiri dikelola oleh PD PAL JAYA.

PD PAL JAYA sendiri adalah perusahaan daerah milik Pemprov. DKI Jakarta yang bergerak di bidang: Jasa layanan pengelolaan air limbah sistem perpipaan, Jasa layanan pengelolaan air limbah sistem setempat, dan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT). Cakupan layanan PD PAL Jaya meliputi seluruh wilayah DKI Jakarta.

Bagi yang ingin sedot septic tank, sebaiknya dilakukan 2 tahun sekali, nah kalau menggunakan PD PAL JAYA itu murah lho harganya. Hanya Rp 150.000 perkubiknya, biasanya untuk satu rumah itu disedot 2 kubik. Jadi total Rp 300.000 + ppn 10% = Rp 330.00. Murahkan, yuk jaga sanitasi kita untuk kesehatan lingkungan.

~Terima kasih

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker